Senin, 12 September 2016

PULANG

jika tempat terbaik untuk pulang adalah rumah, aku memilih kamu sebagai alasan mengapa aku ingin cepat pulang.
rumah, kataku. ialah sebuah tempat yang menawarkan segala bentuk kenyamanan atas luka dipundak yang tak lagi mampu kupikul sendirian.
“mau kubuatkan teh ?”, katamu.
“jangan terlalu manis”, balasku.
kita begitu mesra, meski hanya dengan satu cangkir teh saja.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar