aku ini bukan orang tuamu.
Yang jika kau ingin keluar rumah, kau harus izin terlebih dahulu kepadaku.
Aku juga bukan sebagai polisi
Yang jika kau tak ada kabar selama 1x24 jam, aku akan segera mencarimu.
Bukan juga sebagai hakim
Yang jika kau melakukan kesalahan, aku akan menentukan hukuman apa yang pantas untukmu.
juga bukan sebagai penjaga kebun binatang
Yang akan terus mengekangmu supaya tidak keluar kandang.
Tapi aku juga bukan sekedar teman mu, yang datang kepadamu hanya jika butuh, atau hanya mendengarkanmu ketika kau bersedih.
Aku ini,
Adalah pacarmu.
yang akan setia mendampingimu hanya jika kau minta. Karena aku tahu, tidak setiap harinya kau harus selalu bersamaku, kan ?
Aku ini hanya pacarmu.
Jika kau ingin keluar rumah, kau tak perlu izin kepadaku. Kau hanya perlu bilang, akan kemana kau pergi. Aku juga akan mengerti dan mengingatkanmu untuk selalu menjaga diri.
Aku juga hanya pacarmu.
Yang jika kau tak ada kabar selama 1x24 jam, aku hanya bisa menunggu dan mendoakan semoga tidak terjadi apa-apa kepadamu.
bukan berarti tak mencari itu tak peduli, kan ?
Aku juga hanya pacarmu.
Yang jika kau melakukan kesalahan, aku tidak boleh menghukummu. tapi aku harus menasehati. Sebab aku ada, bukan untuk menyakiti tapi memperbaiki.
Aku juga hanya pacarmu.
Selama belum terikat dengan ijab dan qabul, aku rasa kita bebas untuk kemana pun dan dengan siapa pun. Karena kita sama-sama tahu, bahwa dunia ini tidak hanya berisi kita berdua. Masih banyak lagi yang lainnya, teman, sahabat, dan juga keluarga.
Kuncinya, kita hanya harus saling percaya, kan ?
Aku juga hanya pacarmu.
Tidak hanya butuh, aku juga menginginkanmu, dan untuk itu aku akan menetap disisimu.
Lagipula aku tak hanya mendengarkan, aku juga akan ada disetiap kesedihanmu, menyeka setiap air mata, menjadi rumah untuk pulangmu yang merebah.
Mungkin saja jika aku membebaskanmu seperti itu, kau kan sering bertanya-tanya
seperti apa perasaanku kepadamu,
Tidakkah aku merasa cemburu ?
Tidakkah aku merasa takut kehilangamu ?
Biar aku jawab.
cemburu itu ada.
merasa takut kehilangan itu sudah pasti.
Tapi untuk apa kau jatuh cinta jika hanya berpikir tentang cemburu dan takut dihianati ?
sebab ada yang lebih penting, bahagia namanya.
Untuk itu aku membebaskanmu dari segala bentuk hal yang mengekangmu.
Dan jika saja kau menghianatiku, aku tak perlu khawatir.
karena cinta, biar saja ia lebih dulu merasa terluka, sebab bahagianya akan selalu tercipta diakhir cerita.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar