Kamis, 28 November 2019

Tugas 6 Sistem Informasi Psikologi

Nama               : Syarwan Hamid P
Kelas               : 4PA02
NPM               : 17516256
Mata Kuliah    : Sistem Informasi Psikologi
Tugas               : Review Jurnal

Judul
Artificial Intelligence Dalam Proses Industri Manufaktur
Latar Belakang
Optimasi memainkan peran penting dalam system manufaktur dan problem engineering design. Seperti diketahui bahwa optimasi berhubungan dengan sebuah persoalan yang dapat mempunyai nilai maksimum atau minimum dari sebuah fungsi dengan beberapa variable yang biasanya diikuti oleh pembatas kesamaan atau ketidaksamaan. Tujuanya memberikan penyelesaian yang efektif pada persoalan system manufaktur dengan utilisasi sumber yang efisien semuanya merupakan priority waktu. Optimalisasi bertujuan untuk meminimalkan biaya, kelebihan bahan baku, memaksimalkan keuntungan dari operasi manufaktur. Teknik matematik dapat diadopsi untuk memberikan penyelesaian yang baik berpedoman pada biaya, keuntungan atau waktu. Teknik optimasi telah banyak memberikan pengaruh pada lingkungan maufaktur, jumlah dan jenis aplikasinya berkembang dengan cepat. Aplikasi AI dalam manufaktur telah menjadi perhatian penelitian yang intensif dalam dua decade ini. Gelombang aplikasi AI menurut Mazaine (2000) disebabkan meningkatnya kemampuan komputer. Pembahasan ini adalah contoh teknik kecerdasan buatan sebagai alat optimasi dalam system manufaktur
Tipe Teknik Optimasi AI
1.      Alghoritma Genetik
Genetic Algorithm mempunyai prosedur dengan mengadaptasi proses seleksi alam. Proses Algoritma Genetik diawali dengan sebuah penyelesaian dengan pembentukan populasi secara acak. Setiap individu dalam populasi disebut dengan kromosom, yang mengambarkan suatu penyelesaian. Sebuah kromosom biasanya digambarkan sebagai suatu simbol string yang biasanya berbentuk biner, namun tidak selalu demikian. Kromosomkromosom ini melakukan regenerasi melalui urutan iterasi. Selama regenerasi kromosom dievaluasi menggunakan ukuran yang disebut dengan nilai kekuatan (fitness value).
2.      Simulated Annealing
Simulated Annealing (SA) adalah penyelesaian secara heuristic untuk mencari penyelesaian optimal dari sebuah persoalan dengan beberapa kali melakukan pencarian lokal optimal, dan secara dinamis melakukan penggantian secara probabilitas penyelesaian yang telah diterima namun lebih lemah dari penyelesaian yang lebih kuat. Teknik SA pertama kali diperkenalkan oleh Kirkpetriek (1982). Ide ini berdasarkan pada algoritma metropolis (Metropolis, 1953). Teknik SA melakukan proses simulasi pendinginan dari bahan padat dan keras yang dikenal dengan istilah Annealing. Walau demikian analogi ini dibatasi dengan gerak fisik dari molekul tanpa melibatkan kompleksitas system thermo dinamik. SA telah mendapatkan perhatian karena dapat diaplikasikan pada lingkup yang luas suatu persoalan optimasi diskrit dan kontinyu.

3.      Tabu Searh
Tabu Search (TS) adalah teknik yang mnggunakan petunjuk metal heuristic pencarian local untuk mengeksplorasi ruang penyelesaian yang dilakukan secara berulang. Seperti halya SA maka TS sanggup melakukan pencarian berulang (pencarian local). TS sebagai teknik intelligent pencarian yang berhubungan dengan beberapa pembatas sebagai petunjuk proses pencarian. Semula TS tidak banyak dikenal dibanding dengan AG dan SA, namun pada saat ini TS telah sukses diaplikasikan pada sejumlah persoalan dan mulai banyak dipakai, Aplikasi pemakaian TS telah dipublikasikan mulai tahun 1990. Tabu search (TS) pertama kali diperkenalkan oleh Glover sekitar tahun 1986. Glover menyatakan bahwa TS adalah salah satu prosedur metaheuristik tingkat tinggi untuk penyelesaian permasalahan optimisasi kombinatorial. TS ini dirancang untuk mengarahkan metode-metode lain (atau komponen proses TS itu sendiri) untuk keluar atau menghindari dari masuk dalam solusi optimal yang bersifat lokal. Kemampuan TS dalam menghasilkan solusi yang mendekati optimal telah dimanfaatkan dalam beragam permasalahan klasik dan praktis dari berbagai bidang mulai bidang penjadwalan hingga bidang telekomunikasi
4.      Alghoritma Immune
Algoritma Immune adalah algoritma evolosi berdasarkan pada system psikologi immune. System psikologi immune mempunyai mekanisme yang mampu untuk mengeliminasi subtansi asing yang masuk dalam tubuh. Mekanisme kerja system immune pertama adalah mengenal subtasi asing sebagai antigen. Kemudian system immune membentuk sekumpulan antibodi untuk mengeliminasi antigen-antigen tersebut. Antibodi-antibodi berinteraksi dengan antigen untuk memproduksi hasil yang berbeda. Mekanisme demikian sanggup untuk mengenal antibodi yang lebih baik pada eliminasi antigen dan memproduksi variasi-variasi lebih banyak antibodi tersebut pada generasi berikutnya. Proses ini dibentuk secara rekursif sampai semua antigen tereliminasi.
Aplikasi Dalam Sistem Manufaktur
1.      Aplikasi Alghoritma Genetik (GA)
2.      Aplikasi Simulated Annealing (SA)
3.      Aplikasi Tabu Search (TS)
4.      Aplikasi Alghoritma Immune
Kesimpulan
Sejak beberapa decade ini, AI telah dijadikan alat yang sangat berguna untuk menyelesaikan persoalan optimasi dalam system manufaktur. Dalam tulisan diatas dipresentasikan empat teknik-teknik AI yaitu Genetik Algorithms, Simulated Annealing, Tabu Search dan Algoritma Immune. Aplikasi dari teknik-teknik tersebut dalam system manufaktur akan menjadi lebih luas pada intelligent design, quality management dan intelligent control. Hal ini disebabkan karena kemampuan komputer yang semakin meningkat.

Daftar Pustaka :


Tidak ada komentar:

Posting Komentar